Search This Blog

Monday, 3 January 2011

Sungai

Anak-anak menjadi demikian kerdil
di tebingnya
merenung degup jantung air yang malas, namun
masih bernafsu
dari hulu ke kualanya
siapa pernah menghitung jarak sesayupnya mengheret
lodak luka
di tebing inilah terhimpun duka
pedih dalam dakapan, pusaran musim pengabdian

Kekadang lemah, kekadang berarus
bagai nafas si tua, dialah pemimpin
sesekali memerhati di sini diseksa rasa
itulah tanggungjawabnya pada janji
lihatlah anak-anak di tebing tak berbaju
merekalah penyokong
menongkah air kelabu

sungai kasih, penghujung rasa
kita sering menyaksikan
cinta akrab manusia dengan alamnya
telah lama merakam cerita kehidupan
mencatat gerak getir peralihan zaman

(Antologi Puisi Mimpi Helang - Zailiani Taslim)




No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...